Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus memperkuat layanan kesehatan rujukan melalui program proctorship bedah jantung RSUD Raja Ahmad Tabib bersama Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita, pada 8–10 Oktober 2026 di Tanjungpinang.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan, program ini bertujuan meningkatkan kemampuan tenaga medis agar masyarakat dapat memperoleh penanganan penyakit jantung kompleks di daerah tanpa harus berobat ke Jakarta.
“Tujuan dari proctorship ini bagaimana masyarakat tidak lagi berobat untuk penyakit-penyakit berat ke Jakarta. Kita ingin layanan kesehatan yang berkualitas itu bisa tersedia di Kepri,” ujar Ansar.
Direktur Utama RSJPD Harapan Kita, dr. Iwan Dakota, menjelaskan bahwa proctorship merupakan pendampingan sekaligus transfer pengetahuan dan keterampilan dari rumah sakit pengampu kepada tim medis rumah sakit yang didampingi. Pendampingan juga mencakup pemantauan dan evaluasi untuk menjaga mutu pelayanan.
Sementara itu, Direktur RSUD Raja Ahmad Tabib, dr. Bambang Utoyo, menyampaikan bahwa layanan jantung rumah sakit telah didukung empat dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, fasilitas diagnostik, ICCU/CVCU, serta cathlab yang beroperasi sejak 2023.
Dalam kegiatan ini, tim heart team RSUD Raja Ahmad Tabib bersama RSJPD Harapan Kita menetapkan dua pasien untuk menjalani operasi bedah jantung terbuka dan menyiapkan satu pasien cadangan. Rangkaian kegiatan meliputi persiapan tim, tindakan operasi bersama proktor, perawatan pascaoperasi di ICU, serta evaluasi.
Melalui program ini, Pemprov Kepri terus mendorong peningkatan kompetensi tenaga medis dan kapasitas RSUD Raja Ahmad Tabib sebagai rumah sakit rujukan provinsi, guna memperluas akses masyarakat terhadap layanan jantung berkualitas di Kepulauan Riau.


Leave a Reply