Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepulauan Riau terus bergerak taktis mematangkan seluruh lini pelayanan menjelang penilaian re-akreditasi yang dijadwalkan pada Agustus 2026 mendatang.
Sebagai rumah sakit rujukan regional di Kepulauan Riau, institusi medis ini berkomitmen penuh untuk mempertahankan predikat tertinggi, yaitu Paripurna, untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.
Langkah strategis tersebut diwujudkan secara nyata melalui penyelenggaraan rangkaian Survei Simulasi Akreditasi Rumah Sakit yang dikawal langsung oleh Tim Surveior dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) pada akhir Juni 2026.

Akselerasi persiapan sebenarnya telah dipacu secara intensif sejak Mei 2026 dengan melibatkan 16 Kelompok Kerja (Pokja) internal. Seluruh pokja tersebut mengasuh empat klaster besar, yakni kelompok Manajemen, Asuhan Pelayanan Medis, Asuhan Keperawatan, serta Sasaran Keselamatan Pasien.
Fase krusial awal dimulai dengan pelaksanaan desk review atau telaah dokumen digital melalui aplikasi SIDOKAR (Sistem Informasi Dokumen Akreditasi KARS).
Integrasi ekosistem digital ini memastikan seluruh regulasi, Standar Prosedur Operasional (SOP), rekam medis, hingga kualifikasi staf medis terarsip secara transparan dan akuntabel sesuai dengan standar nasional yang ketat.
Dalam pemenuhan indikator tersebut, manajemen menetapkan target kelulusan dokumen yang sangat tinggi. Kelompok Kerja Program Nasional (Prognas) diwajibkan menyentuh nilai sempurna 100% tanpa toleransi sebagai syarat mutlak mempertahankan status Paripurna.

Sementara untuk pokja strategis lainnya, ambang batas kesiapan dokumen dipatok di atas 80% sesuai standar kompetensi tertinggi KARS.
Setelah validasi digital rampung, tahapan dilanjutkan dengan verifikasi faktual di lapangan setelah Tim Surveior KARS tiba di Kota Tanjungpinang untuk menyamakan persepsi bersama Dewan Pengawas dan jajaran direksi melalui pertemuan teknis.
Rangkaian simulasi fisik dibuka secara resmi melalui sistem bauran (hybrid) yang berpusat di Aula Lantai 4 RSUD Raja Ahmad Tabib. Agenda peninjauan lapangan dilakukan secara menyeluruh ke unit-unit pelayanan guna menguji konsistensi implementasi dokumen di atas kertas dengan realitas kerja.
Tim surveior melakukan observasi langsung dan wawancara mendalam kepada staf di berbagai area pelayanan, mulai dari Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang rawat inap, rawat jalan, hingga area penunjang kritis seperti Instalasi Laboratorium, Instalasi Farmasi, serta fasilitas pengelolaan dampak lingkungan.
“Kegiatan simulasi ini bukan sekadar formalitas administratif demi mengejar status Paripurna semata, melainkan sebuah proses evaluasi diri yang fundamental dan sistemik.
Sesuai tema ‘Bersama Membangun Budaya Mutu dan Keselamatan Pasien’, jadikan setiap catatan dari surveior sebagai peluang emas untuk berbenah, sehingga saat survei riil di bulan Agustus nanti, kita benar-benar siap memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kepulauan Riau,” tegas Direktur RSUD Raja Ahmad Tabib, dr. Bambang Utoyo, M.A.P.

Dinamika simulasi mencapai puncaknya saat tim medis dan keamanan diuji melalui skenario tanggap darurat yang menegangkan namun terkendali, yaitu simulasi Code Blue untuk penanganan cepat pasien henti jantung dan Code Red untuk mitigasi penanggulangan kebakaran.
Pada simulasi Code Blue, ketepatan tindakan penyelamatan nyawa, kecepatan respons petugas, dan koordinasi interprofesi medis menjadi poin penilaian utama. Sedangkan pada Code Red, fokus diarahkan pada kesiapan penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) serta prosedur evakuasi pasien yang aman, mengingat dalam situasi darurat setiap detik sangat berharga.
Senada dengan Direktur, Kepala Bagian Perencanaan sekaligus Ketua Tim Akreditasi Rumah Sakit, Dian Juni Ekasari, S.ST., SKM., M.Keb., mengapresiasi totalitas dan integritas seluruh pegawai. Ia menegaskan bahwa kesiapan sistem kesehatan tidak dibangun dalam semalam, melainkan melalui komitmen bekerja dengan hati.
Proses penutupan simulasi yang diakhiri melalui forum Exit Conference membuahkan optimisme tinggi. Manajemen RSUD Raja Ahmad Tabib percaya seluruh tahapan re-akreditasi dapat dilalui secara sukses dengan memegang teguh motto KARS yang mudah, canggih, dan menyenangkan demi mewujudkan pelayanan kesehatan bermutu tinggi di Provinsi Kepri.

Leave a Reply