Tanjungpinang, (06/10) Sebuah tonggak sejarah baru kembali tercatat di dunia kesehatan Kepulauan Riau. Untuk pertama kalinya, tindakan intervensi jantung dengan menggunakan teknologi Rotational Atherectomy atau Rotablator berhasil dilakukan di RSUD Raja Ahmad Tabib (RSUD RAT). Empat pasien menjadi penerima manfaat pertama dari prosedur mutakhir ini, yang dilaksanakan pada Sabtu, 4 Oktober 2025. Keberhasilan ini mencatat sejarah sebagai tindakan Bor Jantung Pertama di Kepulauan Riau.
Sebagai rumah sakit rujukan provinsi dengan status tipe B, RSUD Raja Ahmad Tabib terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan modern, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Melalui inovasi berkelanjutan, RSUD RAT berupaya menempatkan diri sejajar dengan rumah sakit rujukan nasional.
Pelaksanaan tindakan Rotablator perdana ini ditinjau langsung oleh Gubernur Provinsi Kepulauan Riau H. Anshar Ahmad, S.E., M.M dan Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Nyangnyang Haris Pratamura, S.E., M.Si, serta Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Dra. Hj. Dewi Kumalasari, M.Pd. Hal ini merupakan bentuk nyata dukungan pemerintah daerah terhadap kemajuan layanan kardiovaskular di provinsi ini.
Kunci sukses pelaksanaan tindakan bersejarah ini adalah pelatihan tim Cathlab RSUD Raja Ahmad Tabib oleh para pakar dari Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang transfer teknologi, tetapi juga merupakan langkah nyata menuju kemandirian tenaga medis lokal dalam bidang intervensi jantung.
Tindakan Rotablator ini menandai era baru bagi pelayanan jantung di Kepulauan Riau. Jika sebelumnya pasien dengan sumbatan pembuluh darah koroner yang berat dan mengandung kalsium harus dirujuk ke Jakarta, kini mereka dapat ditangani langsung di Tanjungpinang.
”Kami merasa bangga dapat menghadirkan teknologi Rotablator di RSUD Raja Ahmad Tabib. Selama ini pasien dengan penyumbatan kalsifikasi berat harus pergi ke rumah sakit nasional di luar daerah. Sekarang, masyarakat Kepri bisa mendapatkan layanan tersebut di sini tanpa harus meninggalkan daerahnya,” ujar dr. Andrew, Sp.JP (K), FIHA, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah intervensi RSUD RAT yang memimpin tindakan tersebut.
Direktur RSUD Raja Ahmad Tabib menyebut keberhasilan tindakan ini sebagai lompatan besar bagi pelayanan kesehatan jantung di Kepulauan Riau. “Dengan adanya teknologi Rotablator di RSUD RAT, masyarakat Kepri kini dapat menikmati layanan berstandar nasional tanpa harus dirujuk ke luar daerah. Ini bukan hanya soal teknologi, tapi soal keadilan akses terhadap layanan kesehatan terbaik,” ungkapnya.
Teknologi Rotablator bekerja menyerupai bor medis berukuran sangat kecil yang ujungnya berputar cepat dengan lapisan permata khusus untuk mengikis plak kalsium keras yang menempel di dinding pembuluh darah. Setelah plak terkikis, aliran darah menjadi lancar dan pemasangan stent (ring jantung) dapat dilakukan dengan lebih efektif. Teknologi ini menjadi penyelamat bagi pasien dengan penyumbatan berat yang tidak bisa ditangani dengan teknik konvensional.
Keberhasilan ini adalah bukti nyata dari dedikasi, kolaborasi, dan semangat untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Melalui tindakan Rotablator perdana ini, RSUD Raja Ahmad Tabib menegaskan perannya sebagai rumah sakit rujukan yang tidak hanya melayani, tetapi juga memimpin perubahan menuju pelayanan kesehatan jantung yang maju, mandiri, dan membanggakan.












Leave a Reply