Kegiatan ini dirancang untuk memberikan edukasi menyenangkan sekaligus menanamkan nilai keberanian, empati, dan semangat berteman kepada para siswa. RSUD Raja Ahmad Tabib percaya bahwa setiap anak berhak merasa aman, dihargai, dan bahagia di lingkungan sekolah. Melalui pendekatan yang interaktif, anak-anak diajak untuk lebih memahami dampak perundungan serta belajar cara membangun hubungan yang sehat dan saling menghormati.
“Ini bukan sekadar peringatan, tapi bentuk nyata komitmen kami dalam mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh—bukan hanya fisik, tetapi juga mental dan sosial,” ujar perwakilan dari tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD Raja Ahmad Tabib.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari para siswa dan guru. Selain pemaparan materi edukatif tentang bullying, anak-anak juga diajak menyanyikan lagu anti-perundungan, menonton video interaktif, serta menjawab kuis berhadiah yang membuat suasana belajar menjadi lebih seru dan bermakna.
RSUD Raja Ahmad Tabib berharap, siswa-siswi MIN Tanjungpinang tumbuh menjadi generasi yang peduli, berani, dan berempati. Sekolah pun diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai lingkungan yang aman dan ramah anak.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa rumah sakit tidak hanya hadir saat sakit, tetapi juga sebagai sahabat edukatif yang berperan aktif dalam menciptakan generasi sehat, kuat, dan bebas bullying.



Leave a Reply