TANJUNGPINANG (31/01/2026) – Dalam upaya meningkatkan standar layanan kesehatan dan memperluas jejaring profesional internasional, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib menerima kunjungan resmi dari The Malaysian Society of Radiographers (MSR) atau Persatuan Juru X-Ray Malaysia pada Jumat, 30 Januari 2026.
Kunjungan ini merupakan bagian dari program “MSR Talent Appreciation & Culture Exchange Program 2026”. Selain sebagai ajang pertukaran budaya, agenda utama pertemuan ini adalah membangun fondasi kolaborasi profesional yang kuat antara tenaga kesehatan Indonesia dan Malaysia, khususnya di bidang radiografi dan radiologi.
Mendorong Pengembangan Layanan Kanker
Saat ini, RSUD Raja Ahmad Tabib sebagai rumah sakit rujukan di Provinsi Kepulauan Riau tengah berkomitmen dalam merintis pengembangan layanan radioterapi. Kehadiran organisasi profesional seperti MSR diharapkan dapat memberikan dukungan dari sisi keilmuan dan berbagi pengalaman praktis (best practices) berskala internasional.
Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Raja Ahmad Tabib, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kedekatan geografis dan budaya antara kedua negara harus menjadi modal utama dalam menghadapi tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks.
Fokus Utama Kolaborasi:
Peningkatan Kompetensi SDM: Pertukaran ilmu pengetahuan antara radiografer kedua negara.
Pengembangan Fasilitas: Diskusi mengenai tata kelola layanan radiologi dan radioterapi yang modern.
Keselamatan Pasien: Implementasi standar keselamatan radiasi yang lebih ketat.
Akses Layanan Kanker: Mempercepat ketersediaan layanan kanker terpadu di wilayah Kepulauan Riau dan perbatasan.
“Kegiatan hospital visit ini menjadi momentum strategis bagi kami untuk saling belajar dan meningkatkan mutu layanan yang berorientasi pada keselamatan dan kebutuhan masyarakat,” tulis manajemen RSUD RAT dalam keterangan resminya.
Melalui kemitraan strategis ini, RSUD Raja Ahmad Tabib terus membuktikan komitmennya untuk tidak hanya menjadi pusat layanan kesehatan lokal, tetapi juga menjadi institusi yang mampu bersaing dan berkolaborasi di tingkat regional Asia Tenggara.



Leave a Reply