4
Oct

Kemenkes Monev Pelayanan RS RAT di Era Kebiasaan Baru

  • Author: https://kepriprov.go.id/home/berita/6028-Diskominf

Tak ada yang dapat memastikan, kapan pandemi Covid-19 berakhir. Karena itu perlu kebiasaan baru dalam beraktifitas di tengah pandemi Covid-19 ini. Termasuk pelayanan rumah sakit di era kebiasaan baru yang terus dipantau oleh Kementerian Kesehatan. Kementerian Kesehatan melakukan Monitoring dan Evaluasi Mutu Pelayanan Rumah Sakit di Era Adaptasi Kebiasaan Baru, terhadap RS Raja Ahmad Tabib. Direktur RS Raja Ahmad Tabib, Dr. dr. Yusmanedi, MMRS, Sp, EM menyambut baik Monev tersebut dan menanti masukan berharga. “Upaya peningkatan mutu dan keselataman dalam pelayanan mutlak adanya. Karenanya saya menyambut baik kedatangan tim dari kemenkes. Semoga mendapat gambaran real dan masukan-masukan berharga bagi pelayanan kami,” ujar Yusmanedi, Jumat (1/10). Tim dari Kemenkes tersebut digawangi oleh dr. Sunarto, M.Kes dan Doni Simangunsong, S.Kom, MKM. Dokter Sunarto yang sebelumnya sempat bertugas di RS Raja Ahmad Tabib menyebut Monev tersebut bukan untuk menilai atau menghamiki melainkan bentuk perhatian dari Kemenkes. “Monev bukan untuk menilai atau justifikasi. Tapi perhatian dari Kemenkes, karena ini adalah rumah sakit rujukan di provinsi. Saya senang melihat perkembangan rumah sakit ini. Sudah bertambah klasifikasinya menjadi rumah sakit pendidikan,” sebut Dokter Sunarto. Monev tersebut menjadi penting terkait kesiapan rumah sakit, tidak hanya menghadapi pandemi Covid-19 saja, namun juga pandemi apapun. Dalam kesempatan tersebut, Dokter Sunarto menelaah kesiapan rumah sakit dari segala sisi. Mulai dari zonasi resiko di rumah sakit, sampai alur evakuasi pasien Covid-19 dan juga peran kehumasan rumah sakit. Dokter Asep Sapari S, Mars menjelaskan bahwa RS sudah membentuk tim penanganan Covid-19 dan juga poskonya. “Tim rutin menggelar rapat konsolidasi jika terjadi lonjakan pasien. Kita juga ada alur evakuasi pasien dan juga hotline Covid-19 dari Satgas provinsi,” jelas Dokter Asep. Peran kehumasan juga tak kalah penting pada layanan rumah sakit di eras kebiasaan baru. “Kita fasilitasi dengan media, jika ada lonjakan kasus. Kita juga melakukan sosialisasi jika ada aturan-aturan baru. Kita juga memanfaatkan media sosial untuk menyampaikan informasi,” sebut Santi, Humas RS Raja Ahmad Tabib. Dari Monev tersebut diharapkan juga dapat memberikan masukan atas mutu, layanan dan keselamatan pasien untuk menuju rumah sakit bertaraf internasional. Serta untuk meningkatan kualitas sebagai rumah sakit pendidikan.