26/ 9/ 2017



Surveyor KARS Akreditasi RSUP
Berita Tgl 3 February, 2017

469 Pada hari pertama pembukaan kegiatan akreditasi diawali dengan Presentasi oleh Direktur / Pemimpin BLUD Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Kepulauan Riau Tanjungpinang dr. Muchtar L. Munawar, Sp.P dan kemudian
Read More...


Kasus Medis 2016 di Indonesia: Dari Chiropractic Hingga Vaksin Palsu
Berita Tgl 21 December, 2016

466 JAKARTA, KOMPAS.com - Sepanjang tahun 2016, ada beberapa masalah kesehatan yang juga menjadi persoalan hukum di Indonesia. Awal bulan Januari, terdapat kasus meninggalnya wanita muda setelah menjalani terapi chiropractic. Tak lama kemudian,
Read More...

tarif
konsul
saran
dokter




Pooling RSUD Provinsi Kepulauan Riau

 

Anda Pengunjung ke-


Diabetes Mengincar Pekerja Kantoran


236 21 December, 2016
Kurangnya aktivitas di kantor, duduk di depan komputer selama 5-8 jam sehari, memberikan dampak yang sama buruknya seperti makan berlebih, yaitu mengalami gangguan toleransi glukosa (glucose intolerance) disertai komplikasi diabetes. Hal-hal tersebut akan menyebabkan terjadinya kelebihan asupan gula yang tidak terpakai oleh tubuh. Selain itu, terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung gula tambahan juga akan meningkatkan kadar gula dalam darah sehingga lama kelamaan menyebabkan resistensi insulin dan radang.

Menurut penelitian terbaru, aktivitas fisik di perkantoran mengalami penurunan yang tajam. Ironisnya, selain kurang beraktivitas, para karyawan sering mengonsumsi junk food yang kurang serat dan justru mengandung banyak kalori. Padahal porsi makan yang besar jika diimbangi dengan olahraga tidak akan menyebabkan kegemukan. Kegemukan adalah soal perbandingan antara asupan kalori dan pembakarannya. Kalori akan menumpuk jika kita tidak membakarnya.

Penelitian tersebut juga mengatakan bahwa saat ini hanya satu dari empat karyawan kantor yang melakukan aktivitas fisik dengan seimbang. Padahal panduan kesehatan telah merekomendasikan, idealnya seseorang berolahraga ringan minimal 150 menit per pekan atau berolahraga berat minimal 75 menit per pekan. Berkurangnya aktivitas fisik dalam 50 tahun terakhir dipicu oleh perubahan minat dalam memilih pekerjaan. Jika dahulu banyak yang memilih bidang pertanian, pertambangan, konstruksi dan manufaktur, justru kini lebih banyak beralih ke jenis pekerjaan kantoran seperti bisnis dan pendidikan.
Sebagai salah satu penyakit degeneratif kronis yang sangat kompleks, diabetes tidak terlepas dari gaya hidup modern, berupa pola makan berlebih karbohidrat, gula dan lemak, tubuh yang kegemukan, kurangnya aktivitas atau gerak, dan kebiasaan merokok. Oleh karena itu beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulanginya, yaitu:
- Deteksi dini faktor risiko, dengan cara melakukan pengukuran Indeks Massa Tubuh, lingkar perut, pemeriksaan tekanan darah dan gula darah
- Lebih aktif bergerak. Disarankan melakukan aktivitas fisik 3-4 kali seminggu selama 30 menit untuk mendapatkan hasil yang optimal.
- Menghindari makanan berlebih lemak, karbohidrat dan gula. Pengaturan makanan diperlukan untuk menjaga kadar gula darah tetap seimbang. Dianjurkan agar pasien mengatur pola makan dengan gizi seimbang dan sesuai dengan kebutuhan kalori serta tidak merokok.
- Kontrol ke dokter jika pasien telah terdeteksi menyandang diabetes. Bila pengaturan makan dan aktivitas fisik sesuai dengan anjuran itu belum berhasil, dokter akan memberikan terapi obat yang cocok. Selain itu, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan gula darah untuk kontrol efektivitas pengobatan.

*Sumber : www.prodia.co.id




<-- Kembali || Index Artikel-->