26/ 9/ 2017



Surveyor KARS Akreditasi RSUP
Berita Tgl 3 February, 2017

469 Pada hari pertama pembukaan kegiatan akreditasi diawali dengan Presentasi oleh Direktur / Pemimpin BLUD Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Kepulauan Riau Tanjungpinang dr. Muchtar L. Munawar, Sp.P dan kemudian
Read More...


Kasus Medis 2016 di Indonesia: Dari Chiropractic Hingga Vaksin Palsu
Berita Tgl 21 December, 2016

466 JAKARTA, KOMPAS.com - Sepanjang tahun 2016, ada beberapa masalah kesehatan yang juga menjadi persoalan hukum di Indonesia. Awal bulan Januari, terdapat kasus meninggalnya wanita muda setelah menjalani terapi chiropractic. Tak lama kemudian,
Read More...

tarif
konsul
saran
dokter




Pooling RSUD Provinsi Kepulauan Riau

 

Anda Pengunjung ke-


Terkait Gempa di Aceh, Pakar Kesehatan Menyebutkan Jika Korban Bisa Terkena Gangguan Mental


235 13 December, 2016
Sebagai negara yang berada di lingkar api dunia dan pertemuan dari dua lempeng tektonik bumi, kita tentu cukup sering mendengar kabar bencana gempa bumi di berbagai daerah di tanah air. Rabu, 7 Desember 2016, pagi ini, gempa berukuran cukup besar, yakni 6,4 Skala Richter mengguncang Provinsi Aceh. Gempa ini telah memakan puluhan korban jiwa, menghancurkan berbagai bangunan, dan meninggalkan ribuan korban. Tak hanya korban dengan luka-luka fisik, pakar kesehatan juga mengkhawatirkan munculnya masalah gangguan mental bagi korban gempa.
Kekhawatiran ini didasari oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh dua pakar kesehatan bernama William Helton dan James Head yang berasal dari Selandia Baru, negara yang juga cukup sering dilanda gempa bumi layaknya Indonesia. Dari penelitian ini, diketahui bahwa bencana gempa bumi bisa berpengaruh besar pada gangguan mental manusia secara tak terduga. Beberapa korban gempa bumi bahkan bisa mengalami gangguan mental yang cukup parah.


William menyebutkan jika banyak korban gempa bumi yang tidak menyadari jika mereka cenderung lebih kerap melakukan berbagai kesalahan saat melakukan berbagai aktifitas jika dibandingkan dengan sebelum gempa terjadi. Sebagai contoh, ada seseorang yang pernah terkena gempa bumi saat mengemudi kemudian menjadi enggan untuk kembali mengemudi karena mengalami gangguan kognitif dan selalu kehilangan fokus saat berkendara. Bahkan, andai ada informasi tentang gempa susulan saja, Ia bisa mengalami syok, ketakutan, dan kecemasan.
Setiap orang memang menanggapi bencana alam dengan respons yang berbeda-beda. Satu hal yang pasti, banyaknya kerusakan atau bahkan adanya korban jiwa dari orang-orang yang dikenal bisa memicu stress yang bisa berlangsung dalam waktu yang sangat lama. Bahkan, banyak orang yang pada akhirnya mengalami depresi dan ketakutan untuk melakukan berbagai perubahan dalam kehidupannya.
Sumber:www.doktersehat.com







<-- Kembali || Index Artikel-->