26/ 9/ 2017



Surveyor KARS Akreditasi RSUP
Berita Tgl 3 February, 2017

469 Pada hari pertama pembukaan kegiatan akreditasi diawali dengan Presentasi oleh Direktur / Pemimpin BLUD Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Kepulauan Riau Tanjungpinang dr. Muchtar L. Munawar, Sp.P dan kemudian
Read More...


Kasus Medis 2016 di Indonesia: Dari Chiropractic Hingga Vaksin Palsu
Berita Tgl 21 December, 2016

466 JAKARTA, KOMPAS.com - Sepanjang tahun 2016, ada beberapa masalah kesehatan yang juga menjadi persoalan hukum di Indonesia. Awal bulan Januari, terdapat kasus meninggalnya wanita muda setelah menjalani terapi chiropractic. Tak lama kemudian,
Read More...

tarif
konsul
saran
dokter




Pooling RSUD Provinsi Kepulauan Riau

 

Anda Pengunjung ke-


Begini Strategi Baru Kemenkes untuk Himpun Angka Pasti Kasus HIV


233 5 December, 2016
Jakarta, Menghadapi persoalan seberat HIV/AIDS memang harus menggunakan beragam metode. Mulai dari getol kampanye hingga percepatan deteksi dini, kalau perlu dari rumah ke rumah. Strategi terbaru yang diperkenalkan Kementerian Kesehatan adalah TOP (Temukan, Obati dan Pertahankan). Mengapa harus TOP? Diakui Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Kementerian Kesehatan, dr HM Subuh, MPPM, bicara tentang jumlah kasus HIV di Indonesia seringkali tak jauh-jauh dari fenomena \'gunung es\'.
Untuk itu diperlukan upaya ekstra agar bisa menemukan atau mengungkap kasus-kasus yang selama ini berada di bawah radar. \"Proyeksi kita prevalensinya 0,5 persen atau kurang lebih 600.000-an, tetapi sampai dengan 2016, baru 209.000 HIV positif yang ditemukan,\" ujarnya kepada wartawan usai acara puncak perayaan Hari AIDS Sedunia 2016 di Surabaya, Kamis (1/12/2016). Prevalensi ini sendiri diperoleh dari perhitungan perkembangan kasus HIV di Indonesia berikut persebarannya. Namun bila angka yang ditemukan di lapangan bisa lebih dari, Subuh justru bersyukur, karena itu artinya keberhasilan bagi Kemenkes.
\"Untuk melakukan survei, setidaknya kita harus mengambil sampel 10 persen dari populasi. Makanya target kita sampai 2019 itu 20 juta orang sudah harus dites sehingga kita tahu angka pastinya berapa,\" Dari survei yang selama ini dilakukan, dimulai pada tahun 2014, baru sekitar 11 juta orang yang sudah menjalani pemeriksaan HIV. Untuk keperluan tes ini sendiri, Kemenkes mengalokasikan dana sekitar Rp 700 miliar/tahun untuk bisa mencapai target 5-7,5 juta orang yang sudah dites.
Di balik itu, Subuh mengatakan masih ada kendala yang harus dihadapi timnya. Pertama, banyak orang yang masih segan untuk diperiksa. Kedua, kalaupun sudah \'ditemukan\' dan \'diobati\', tantangan berikutnya adalah \'mempertahankan\' mereka. \"Karena begitu lepas, kita takut dia menjadi resisten. Karena masalahnya juga ada pada kepatuhan minum obatnya,\" imbuhnya. Subuh mengingatkan, tes HIV ditargetkan pada kelompok-kelompok yang berpotensi atau berisiko dengan rentang usia 15-54 tahun, seperti pelaku seks bebas dan pengguna narkotika. \"Pemeriksaannya gratis, obatnya gratis, itu harus dimanfaatkan. Jadi ayo tes!\" ajaknya.
Sumber:www.detikhealth.com


<-- Kembali || Index Artikel-->