3
Sep

SAKIT GIGI? SEGERA CABUT ATAU DI RAWAT DULU?

  • Author: drg. MIKE WIJAYA,Sp.KG

Kesehatan bukan segalanya, namun tanpa kesehatan, segalanya tidak berarti apa-apa. Tidak jarang pula banyak orang yang menganggap bahwa kesehatan itu mahal, padahal, yang membuat mahal adalah sembuh dari sakit, bukan kesehatannya. Kesehatan juga bukan hanya tentang sembuh dari sakit, melainkan juga tentang mencari cara untuk mencegah sakit. Tapi, bagaimana caranya? Cara sederhana untuk tetap sehat adalah dengan hidup , makan makanan yang sehat dan bergizi, tidur cukup, perbanyak konsumsi air putih, olahraga secara rutin, dan hindari stres. Dengan begitu, kesehatan fisik akan tetap terjaga. Namun, tahukah Anda bahwa gigi dan mulut juga sangat perlu untuk dijaga kesehatannya? Masalah Gigi Berlubang Gigi berlubang umumnya menjadi penyebab awal kita menderita sakit gigi. Gigi Berlubang juga dikenal sebagai karies yang disebabkan adanya kerusakan pada gigi. Gigi berlubang dapat menyerang siapa saja baik anak-anak, remaja, maupun dewasa dan menjadi masalah kesehatan yang serius bagi banyak orang. Sakit gigi tidak dapat dipandang sebelah mata seperti anggapan beberapa orang, karena bila didiamkan, dapat membuat gigi menjadi bengkak dan meradang. Selain itu gigi berlubang dapat menjadi sarana saluran masuknya kuman penyakit menuju saluran darah yang dapat menyebabkan penyakit ginjal, paru-paru, jantung maupun penyakit lainnya. Apa sebenarnya yang terjadi pada gigi kita saat menderita sakit gigi? Apa akibat dari gigi yang berlubang dicabut? Mengapa perawatan saluran akar dibutuhkan? Bagaimana cara mencegah gigi berlubang? Sebagian orang akan datang ke dokter gigi untuk menghilangkan gejalanya dengan mencabut gigi yang bermasalah tersebut. Tetapi, taukah anda bahwa gigi yang berlubang besar bisa dilakukan perawatan tanpa harus dicabut. Perawatan syaraf gigi dilakukan oleh Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi Saat ini Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Thabib (RSUD RAT) telah memiliki Endodontist atau Spesialis Konservasi Gigi yang bernama drg. Mike Wijaya.Sp.KG. Layanan Konservasi Gigi merupakan Bidang Spesialistik yang bertujuan melakukan perawatan untuk memperbaiki gigi yang berlubang dan terkena infeksi tanpa perlu dicabut sehingga gigi dapat di pertahankan selama mungkin di dalam mulut untuk fungsi pengunyahan dan estetika. Jenis Pelayanan Spesialis Konservasi Gigi / Endodontis? Perawatan dan pencegahan gigi berlubang • Penambalan gigi • Perawatan gigi berlubang dalam yang telah mencapai ruang saraf gigi • Perawatan saluran akar gigi dilanjutkan dengan restorasi yang tepat • Fraktur mahkota gigi, gigi avulsi, • Hipersensitifitas • Perawatan sebelum dan sesudah radiasi • Bedah endodonti • Layanan estetik pemutihan gigi seperti Veneer dan Bleaching • Post perawatan saluran akar Mengapa perawatan saluran akar dibutuhkan ? • Di dalam gigi terdapat jaringan saraf yang dapat memberikan respon terhadap rasa linu/nyeri. • Jika kerusakan meluas sampai ke jaringan saraf, maka dapat menyebabkan terjadinya infeksi di dalam saluran akar yang disebabkan oleh kontaminasi bakteri. • Jika tidak diberi tindakan secepatnya, infeksi tersebut dapat menyebabkan rasa sakit yang parah serta terjadi pembengkakan pada gusi. Kapan Harus Memilih Perawatan Dengan Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi / Endodontis? Lubang gigi yang dalam, Sakit gigi yang parah, Pembengkakan gusi karena gigi berlubang, Perubahan warna gigi, Gigi sensitifitas Selama ini, masyarakat memahami, ketika terjadi keluhan sakit pada gigi, maka yang mereka lakukan hanyalah berobat dan cabut gigi, padahal tidak semua sakit gigi terselesaikan dengan mencabut gigi. Karena sesungguhnya dengan mencabut gigi tersebut akan mendatangkan masalah yang baru jika kekosongan gigi akibat di cabut tersebut tidak segera di gantikan dengan gigi tiruan, baik itu gigi tiruan yang bisa di lepas pasang maupun gigi tiruan permanen. Pergeseran gigi akibat adanya kekosongan gigi akibat di cabut inilah yang dapat menyebabkan peregangan susunan gigi yang memberikan kesempatan pada sisa makanan untuk menempel kemudian lama kelamaan akan berkembang menjadi plak dan berakhir dengan karies. Pada bagian gigi antagonis nya akan tumbuh terus ke bawah (penurunan posisi ) karena tidak ada yang menahan pada sisi lainnya, serta mengunyah pada satu sisi yang selanjutnya jika dibiarkan, dapat menyebabkan sakit pada sendi rahang. Gigi berlubang atau karies gigi, disebabkan karena adanya demineralisasi / larutnya meneral gigi pada permukaan email gigi akibat asam yang dihasilkan oleh bakteri. Bakteri sendiri meningkat dengan adanya konsumsi makanan yang lengket dan mengandung gula. Apabila tidak segera dibersihkan dapat menyebabkan plak yang lama kelamaan menjadi karies. Tanda / gejala gigi yang membutuhkan perawatan saluran akar adalah Lubang gigi yang dalam. Saat lubang terjadi pada email gigi, kita belum merasakan sakit gigi. Tetapi, lubang kecil pada email selanjutnya dapat menjadi celah sisa makanan dan adanya bakteri akan membuat lubang semakin besar yang melubangi dentin kemudian akan merasakan linu pada gigi saat makan dan minum. Bila dibiarkan, lubang akan sampai pada lubang saraf sehingga kita akan mulai merasakan sakit yang parah bahkan terjadi pembengkakan pada gusi gigi. Jika ini terjadi maka di perlukan perawatan saluran akar gigi untuk dapat mengembalikan fungsi gigi. Pengobatan pada gigi yang berlubang tergantung dari tingkat keparahannya. Ada beberapa cara dalam mengobatinya, yaitu dengan penambalan bila lubang gigi masih kecil dan tidak dalam, maka bisa langsung segera dilakukan penambalan. Bila lubang gigi sudah besar dan dalam hingga mengenai saraf gigi, maka akan dilakukan perawatan saluran akar. Caranya dengan mengeluarkan jaringan saraf dan pembuluh darah yang terinfeksi. Saluran akar telah dibersihkan selanjutnya di isi dengan obat. Perawatan saluran akar memerlukan beberapa kali kunjungan tergantung tingkat keparahan gigi nya. Setelah selesai perawatan saluran akar kemudian gigi di tambal. Atau bisa juga dibuatkan restorasi atau mahkota di atasnya tergantung kasus. Bagaimana cara mencegah gigi berlubang? Agar terhindar dari terjadinya karies gigi harus dilakukan berbagai upaya pencegahan ,antara lain : Memeriksa gigi secara rutin. Kunjungi dokter gigi setiap 6 bulan sekali walaupun Anda tidak merasakan sakit gigi. Hal ini diperlukan agar dokter dapat mendeteksi lubang kecil yang terjadi pada gigi dan dapat ditangani segera agar lubang tidak semakin besar. Menyikat gigi secara teratur pada pagi hari setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Kumur setelah makan. Gunakan benang gigi untuk mengeluarkan sisa makanan dan tidak dikeluarkan dengan menggunakan tusuk gigi. Penggunaan tusuk gigi dapat menyebabkan celah antar gigi semakin besar disamping dapat menyebabkan luka pada gusi. Pilih pasta gigi yang mengandung fluorida. Kurangi makanan yang mengandung gula dan asam. Makan makanan yang berserat dan mengkonsumsi sayuran dan buah. Oleh karena itu, jika memiliki gigi yang berlubang, segera konsultasikan ke dokter gigi sebelum lubang tersebut bertambah besar dan menyebabkan sakit yang tidak tertahankan. Dan jika memiliki tanda/gejala yang telah disebutkan di atas, jangan buru-buru memutuskan untuk melakukan pencabutan gigi. Dokter gigi akan memberikan saran yang terbaik termasuk perawatan saluran akar gigi. Mengunyah menggunakan gigi asli akan lebih nyaman dibandingkan dengan menggunakan gigi tiruan.