26
Jul

“PENUAAN FISIOLOGIS PADA RONGGA MULUT LANSIA”

  • Author: Subbag Informasi & Pemasaran RSUD RAT_ZAO_http

Pada umumnya, manusia sering takut apabila menghadapi hari tua dan menginginkan keadaan awet muda. Masa tua merupakan bagian akhir dari kehidupan. Ahli dalam bidang gerontologi menggunakan istilah Senescene (menjadi tua) untuk menggambarkan proses menua sebagai kemerosotan banyak fungsi tubuh yang progresif, ditandai dengan penurunan kesuburan dan peningkatan resiko untuk mengidap berbagai penyakit, kegagalan multiorgan yang memuncak dan akhirnya menghadapi kematian. Proses penuaan dimanifestasikan dalam berbagai cara dan derajat pada jaringan dan organ tubuh. Secara manifestasinya adalah berupa desifikasi jaringan, berkurangnya elastisitas, menurunnya kemampuan reparatif, dan terganggunya permeabilitas sel. Perubahan lain yang terjadi diantaranya adalah berupa penipisan kulit dan hilangnya keratinisasi, kapiler darah menjadi rapuh (fragile) sehingga mudah terbentuk hematom yang luas hanya karena trauma ringan. Namun demikian, sering sekali sukar untuk membedakan perubahan yang berkaitan dengan pertambahan umur dengan perubahan yang diinduksi oleh penyakit atau oleh agen farmakoterapeutik yang digunakan dalam perawatan penyakit. Menua didefinisikan sebagai suatu keadaan fisiologis dimana menurunnya fungsi sel yang terjadi secara terus menerus. Pada rongga mulut, gambaran klinis yang dapat dilihat akibat dari proses penuaan adalah mukosa tampak licin mengkilap (tidak ada stipling pada gingiva), pucat, kering, mudah mengalami iritasi dan pembengkakan, mudah terjadi pendarahan bila terkena trauma serta elastisitasnya berkurang. Perubahan-perubahan yang terjadi pada rongga mulut akibat makin tua gigi bisa makin maju dapat menjadi tanda penuaan pada rongga mulut. Hal tersebut bisa terjadi karena beberapa faktor penyebabnya. Biasanya proses penuaan dipicu oleh laju peningkatan radikal bebas dan system penawara racun yang semakin berubah seiring berjalannya usia. 1. Proses penuaan jaringan keras rongga mulut a. Gigi * Email * Erosi : Hilangnya lapisan terluar gigi secara progresif akibat pengaruh bahan-bahan kimia tanpa adanya pengaruh bakteri atau melarutnya email gigi (kalsium) oleh asam * Atrisi : Hilangnya substansi gigi secara bertahap pada permukaan atas gigi karena proses mekanis yang terjadi secara fisiologis akibat pengunyahan. Ini terjadi pada permukaan atas gigi akibat kebiasaan mengunyah yang salah dan kebiasaan menggerakkan gigi berulang-ulang, serta kebiasaan menggeser-geser gigi saat tidur (bruxism) *Abrasi: Terkikisnya lapisan email gigi sehingga email menjadi berkurang/ hilang hingga mencapai dentin. Penggunaan gigi secara patologis akibat dari kebiasaan buruk/ pemakaian zat-zat abrasive secara oral, merokok dengan pipa, mengunyah tembakau, menyikat gigi secara agresif. b. Dentin : Reaksi kompleks dentin pada proses penuaan ialah terjadinya pembentukkan Dentin Sekunder, yang merupakan kelanjutan dentinogenesis serta reduksi jumlah odontoblas • Dentin Tersier, respon rangsangan dan odontoblast berdesakan serta tubulus dentin bengkok • Dentin Sklerotik, karies terhenti/ berjalan sangat lambat dan tubulus dentin menghilang • Dead Tracks (Sal. Mati), tubulus dentin kosong c). Pulpa Reaksi kompleks pulpa pada proses penuaan : • Peningkatan kalsifikasi jaringan pulpa • Penurunan komponen seluler dan vaskuler • Reduksi ukuran ruang pulpa • Peningkatan kolagen jaringan pulpa d). Tulang Alveolar • Terjadi resorbsi dari processus alveolaris, terutama setelah pencabutan gigi, sehingga tinggi wajah berkurang • Pipi dan Labium Oris tidak terdukung • Wajah menjadi keriput • Terjadi resorbsi pada caput mandibula, fossa glenoidales membatasi ruang gerak membuka dan menutup mandibular • Resorbsi tulang alveolar menyebabkan pengurangan jumlah tulang akibat kerusakan tulang karena adanya peningkatan osteoklast (fungsinya : perusakan tulang) sehingga terjadi proses osteolisis dan peningkatan vaskularisasi 2. Proses penuaan jaringan lunak rongga mulut a. Mukosa Terjadi perubahan pada struktur, fungsi dan elastisitas jaringan mukosa mulut. Mukosa mulut terlihat : • Pucat • Kering • Hilangnya Stippling • Terjadinya Oedema • Elastisitas jaringan berkurang • Jaringan mudah mengalami iritasi dan rapuh • Kemunduran lamina propria • Epitel mengalami penipisan • Keratinisasi berkurang • Vaskularisasi berkurang sehingga mudah atropi b. Lidah • Tonus lidah mengalami penurunan tapi ukurannya tidak berubah kecuali pada orang yang kehilangan giginya • Papilla lidah berkurang demikian juga ukurannya • Pengurangan kuncup pengecap yang mengakibatkan penerimaan sensitivitas terhadap rasa manis, pahit, dan asam c. Kelenjar Saliva • Kecepatan aliran saliva rendah • Biosintesis protein menurun karena sel-sel asinus mengalami atropi sehingga jumlah protein saliva menurun • Xerostomia, aliran saliva berkurang karena menurunya jumlah jaringan asihan yang sebanding dengan ductus dan connective tissue d. Ligamen Periodontal Pada serat-serat ligament dan kalsifikasi serat-serat kolagen yang menyebabkan berkurangnya lebar ligament periodontal e. Gingiva • Terjadinya penambahan papilla jaringan ikat dan menurunnya keratinisasi epitel • Pergerakkan dent gingival junction ke apical meluas ke Cemento Enamel Junction sering -disebabkan peradangan, sehingga terbukanya sementum yang menyebabkan karies pada akar gigi.