14
Jun

“CACAR MONYET, Asal muasal, gejala serta penyebabnya”

  • Author: Subbag Informasi Pemasaran RSUD RAT_ DV

adanya berita dari Singapura. Seorang WNA asal Nigeria yang sedang mengikuti workshop terindikasi menderita cacar monyet setelah seminggu mengalami demam dan kelainan kulit seperti cacar(8/5). Pasien tersebut langsung dirawat di Pusat Nasional Penyakit Menular (NCID) dan orang-orang yang mengikuti workshop dan menderita gejala sama pun dikarantina. APA ITU CACAR MONYET? Cacar monyet adalah infeksi virus yang tergolong zoonosis, yaitu penyakit yang ditularkan oleh hewan ke manusia. Penularan terjadi secara langsung melalui gigitan, cakaran, atau mengkonsumsi daging yang terinfeksi. Hewan penular diantaranya monyet, tupai, tikus gambia dan prairie dog. Ditemukan pertama kali tahun 1958 di Denmark. BAGAIMANA GEJALANYA? Masa masuknya penyakit hingga timbul gejala adalah 6-16 hari. Dibagi dalam 2 fase. Fase prodormal, 1-3 hari, ditandai dengan demam, sakit kepala hebat, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri punggung, nyeri otot dan lemas. Kemudian fase erupsi (fase yang infeksius), saat ini ruam mulai timbul di wajah dan menyebar ke seluruh tubuh. Dimulai dari bintik kecil, melepuh, lepuh berisi nanah, mengeras dan keropeng. Biasanya perlu waktu 3 minggu hingga keropeng hilang. Gejala ini dapat hilang sendiri antara 14-21 hari. DIAGNOSISNYA? Gejala dan tanda cacar monyet ini mirip dengan cacar biasa. Dibutuhkan pemeriksaan laboratorium lanjutan untuk menegakkan diagnosis. BAGAIMANA PENANGANANNYA? Tidak ada pengobatan khusus untuk Cacar Monyet. Biasanya pengobatan pada gejala dan suportif. Namun perawatan pasien cacar monyet harus di ruang isolasi khusus untuk mencegah penularan terutama pada fase erupsi. Selain itu, karena pasien sedang dalam kondisi penurunan daya tahan tubuh sehingga rentan infeksi. Pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat dengan selalu cuci tangan dengan sabun, menghindari kontak dengan hewan-hewan yang menularkan penyakit, menghindari kontak fisik dengan orang-orang yang terinfeksi, menghindarai mengkonsumsi hewan buruan/ hewan liar, apabila baru kembali dari daerah yang terjangkit, segera memeriksakan diri jika mengalami demam dan terdapat ruam kulit dalam waktu < 3 minggu setelah kepulangan, dan petugas kesehatan memakai alat perlindungan diri bila menangani pasien yang dicurigai atau binatang yang sakit.