30
Jan

Hari Kusta Sedunia, PKRS adakan Edukasi Rajal

  • Author: Hari Kusta Sedunia, PKRS adakan Edukasi Rajal

anjungpinang 17/01/2020, Tim PKRS RSUD Raja Ahmad Tabib bekerja sama dengan Dokter Spesialis Kulit Kelamin RSUD Raja Ahmad Tabib dr. Sudarsono,Sp.KK, melaksanakan penyuluhan berkelompok Internal Rawat Jalan, dengan sasaran kegiatan penyuluhan ini adalah Pengunjung Poliklnik Spesialis Lantai 2. Edukasi ini juga di sesuaikan dengan memperingati Hari Kusta Internasional yang jatuh pada tanggal 27 Januari 2020. Diharapkan dari kegiatan ini, pengunjung Rumah Sakit lebih paham tentang apa itu kusta, cara pencegahan dan penangan yang tepat, karena deteksi dini berguna untuk mencegah kecacatan. dr. Sudarsono,Sp.KK, memaparkan bahwa penyakit kusta merupakan penyakit menular, menahun (lama) yang disebabkan oleh kuman kusta (Mycobacterium leprae). Penyakit tersebut menyerang kulit, saraf tepi dan dapat menyerang jaringan tubuh lainnya kecuali otak. Kusta bukan penyakit keturunan, dan bukan disebabkan oleh kutukan, guna-guna, dosa atau makanan. Penyakit Kusta menyerang kulit dan syaraf tepi seseorang yang menyebabkan syaraf tepi orang tersebut mati rasa, gangguan pada kulit, kelumpuhan pada tungkai dan kaki, menyerang sistem pernapasan atas, kerusakan mata, dan membran selaput lendir. Bakteri ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui kulit, muccus membran, dan saluran nafas. Penderita kusta tidak merasa terganggu, hanya terdapat kelainan kulit berupa bercak putih seperti panu ataupun bercak kemerahan, penebalan cuping telinga, penipisan alis sampai timbul kerontokan total pada alis. Kuman kusta mempunyai masa inkubasi selama 2-5 tahun, akan tetapi dapat juga bertahun-tahun. Penularan terjadi apabila M. leprae yang utuh (hidup) keluar dari tubuh penderita dan masuk ke dalam tubuh orang lain. Belum diketahui secara pasti bagaimana cara penularan penyakit kusta. Secara teoritis penularan ini dapat terjadi dengan cara kontak yang lama dengan penderita. Penderita yang sudah minum obat sesuai dengan regimen WHO tidak menjadi sumber penularan bagi orang lain. Sebagai penutup dr. Sudarsono mengatakan bahwa di tahun 2020, jangan ada Kusta di antara kita