20
Aug

K3 RS RAJA AHMAD TABIB Taja Simulasi Code Red

  • Author: Sekretariat K3RS RSUD RAT

Pengendalian risiko keselamatan harus dilakukan dengan meningkatkan kesiapsiagaan petugas saat terjadinya kebakaran. Sebagai fasilitas pelayanan kesehatan, RSUD Raja Ahmad Tabib dituntut untuk dapat memberikan rasa aman terhadap keselamatan dan keamanan pasien, pengunjung bahkan karyawan RS itu sendiri, oleh sebab itu pada Jum’at, 16 Agustus 2019 dilaksanakan Simulasi Kebakaran yang di selenggarakan oleh Komite Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3RS), dengan melibatkan seluruh bagian dan karyawan di lingkungan Rumah Sakit Raja Ahmad Tabib. Kegiatan simulasi Kebakaran ini telah dilaksanakan 2 (dua) kali pada Tahun 2019 oleh Komite K3RS yang juga pernah melibatkan Tim Pemadam Kebakaran (TIM DAMKAR) pada Tanggal 02 Mei 2019 yang lalu. Kegiatan Simulasi Kebakaran ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan petugas Rumah Sakit, khususnya petugas instalasi rawat inap dalam melakukan penanganan saat terjadi kebakaran ditempat kejadian. Setiap peserta memiliki tugas dan peran masing-masing yang dimulai dari tugas berdasarkan Warna Helm yang digunakan saat Simulasi kebakaran berlangsung. Terdapat 4 (empat) warna helm yaitu Helm Merah yang di gunakan Oleh Ketua Tim yang bertugas untuk mengkoordinir para anggota dan memberi informasi bahwa telah terjadi kebakaran pada unit nya dengan menyebutkan “code red, code red, code red”. Lalu Helm Hijau yang digunakan oleh Pemadam yang akan memadamkan Api dengan menggunakan APAR (alat pemadam api ringan). Kemudian ada helm Kuning yang bertugas sebagai Penyingkir yang akan melalukan evakuasi pada Pasien, pengunjung/ keluarga pasien menuju jalur evakuasi terdekat, yang terakhir ada Helm Putih yang bertugas sebagai Pengaman yang akan menyelamatkan dokumen dan asset berharga lainnya (alat kesehatan dan Status Rekam medic pasien) yang juga akan di bawa menuju titik kumpul evakuasi. Serta ada pula yang menjadi pasien yang akan di evakuasi melalui jalur RAMP/ tangga darurat. Pada simulasi ini di gambarkan seperti kejadian yang sesungguhnya, yaitu bagaimana kesiapan dan respon petugas dalam melakukan koordinasi antar tim ruangan, kemudian memadamkan api, kesiapan petugas dalam mengevakuasi pasien, dokumen dan asset berharga, serta kesiapan dan respon security sebagai tim keamanan. Simulasi kebakaran dimulai dengan scenario, keluarga pasien menemukan sumber api pada ruang rawat inap Mawar Lt. 6 Kamar 9 yang kemudian memberi informasi kepada petugas jaga ruangan saat itu dan petugas yang menerima informasi langsung menuju ruangan dimaksud untuk memastikan bahwa benar terdapat sumber api, kemudian petugas tersebut langsung berteriak “code red” serta menyebutkan Lokasi titik api dan seketika itu TIM CODE RED ruangan langsung aktif dan menjalankan tugasnya masing-masing sesuai dengan warna helm yang telah digunakan. Simulasi ini dilakukan oleh pihak Rumah Sakit tanpa melibatkan pasien sebenarnya, dan sebelumnya sudah diberikan informasi agar tidak terjadi kepanikan pasien dan pengunjung RS saat itu. Para peserta simulasi terdiri dari Komite K3RS, Tim MKKG, Perawat ruangan, IPSRS, IPL dan Security. Kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi seluruh pegawai rumah sakit maupun pengunjung, dengan harapan nantinya saat terjadi kebakaran TIM Code Red mampu melakukan penanggulangan kebakaran secara cepat, tepat, dan efektif sehingga seluruh penghuni yang berada di rumah sakit serta asset dan dokumen penting lainnya di dapat terselamatkan dan terjaga dengan baik.