9
Aug

Gigi yang Rusak? Cabut Atau Pertahankan

  • Author: Subbag Informasi & Pemasaran RSUD RAT_ZAO

Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Thabib (RSUD RAT) gelar Dialog Interaktif di Radio Republik Indonesia (RRI), Kamis (01/8). Dialog rutin yang dilakukan rumah sakit kali ini disampaikan langsung oleh dua orang Narasumber, yaitu drg. Mike Wijaya, Sp. KG ( Spesialis Konservasi Gigi) di dampingi oleh drg. Arief Kurniawan yang mana keduanya bertugas di Poliklinik Rawat Jalan Gigi RSUD Raja Ahmad Thabib. drg. Mike Wijaya.Sp.KG memaparkan bahwa Layanan Konservasi Gigi merupakan Bidang Spesialistik yang bertujuan melakukan perawatan untuk memperbaiki gigi yang rusak parah atau terkena infeksi tanpa perlu dicabut sehingga gigi dapat di pertahankan selama mungkin di dalam mulut untuk fungsi pengunyahan dan estetika. Jenis layanannya pun beragam mulai dari perawatan dan pencegahan gigi berlubang, Perawatan gigi berlubang dalam yang telah mencapai ruang saraf gigi hingga bedah Endodonti. Selama ini, masyarakat memahami, ketika terjadi keluhan sakit pada gigi, maka yang mereka lakukan hanyalah berobat dan cabut gigi, padahal tidak semua sakit gigi terselesaikan dengan mencabut gigi. Karena sesungguhnya dengan mencabut gigi tersebut akan mendatangkan masalah yang baru jika kekosongan gigi akibat di cabut tersebut tidak segera di gantikan dengan gigi tiruan, baik itu gigi tiruan yang bisa di lepas pasang maupun gigi tiruan permanen. Pergeseran gigi akibat adanya kekosongan gigi akibat di cabut inilah yang dapat menyebabkan peregangan susunan gigi yang memberikan kesempatan pada sisa makanan untuk menempel kemudian lama kelamaan akan berkembang menjadi plak dan berakhir dengan Caries gigi. Pada bagian gigi antagonis nya akan tumbuh terus ke bawah ( penurunan posisi ) karena tidak ada yang menahan pada sisi lainnya, serta mengunyah pada satu sisi yang selanjutnya jika dibiarkan, dapat menyebabkan sakit pada sendi rahang. Selain itu, drg Arief Kurniawan juga menambahkan pentingnya untuk menjaga kesehatan gigi, cara termudah dan termurahnya adalah dengan rajin menyikat gigi minimal 2 kali sehari, mengurangi makanan manis dan lengket serta melakukan pemeriksaan gigi secara berkala setiap 6 bulan dalam 1 tahun, memilih sikat gigi yang tepat serta menyikat gigi tidak terlalu kuat dengan cara melingkar pada permukaan gigi. Penting di ketahui mekanisme terjadinya gigi berlubang atau caries gigi, disebabkan karena adanya demineralisasi / larutnya meneral gigi pada permukaan email gigi akibat asam yang dihasilkan oleh bakteri. Bakteri sendiri meningkat dengan adanya konsumsi makanan yang lengket dan mengandung gula. Apabila tidak segera dibilas dapat menyebatkan plak yang lama kelamaan menjadi Caries, jika caries pada permukaan email tidak segera ditambal maka caries gigi akan berlanjut mengenai lapisan Dentin sehingga menyebabkan rasa ngilu ketika gigi terpapar oleh makanan atau minuman, jika tidak segera dirawat akan meluas sampai ke jaringan saraf gigi / Pulpa, sehingga terjadi infeksi di dalam saluran akar yang disebabkan oleh kontaminasi bakteri. Jika tidak diberi tindakan secepatnya, infeksi tersebut dapat menyebabkan rasa sakit yang parah serta terjadi pembengkakan pada gusi. Jika ini terjadi maka di perlukan perawatan saluran akar gigi untuk dapat mengembalikan fungsi gigi. Oleh karena itu, jika memiliki gigi yang berlubang, segera konsultasikan ke dokter gigi sebelum lubang tersebut bertambah besar dan menyebabkan sakit yang tidak tertahankan. Dan jika memiliki tanda/gejala yang telah disebutkan di atas, jangan buru-buru memutuskan untuk melakukan pencabutan gigi. Dokter gigi akan memberikan saran yang terbaik termasuk perawatan saluran akar gigi. Mengunyah menggunakan gigi asli akan lebih nyaman dibandingkan dengan menggunakan gigi tiruan. Nah..Tidak semua sakit gigi harus diselesaikan dengan cabut gigi