9
Aug

CONGENITAL TALIPES EQUNIORVARUS/CTEV atau KAKI PENGKOR

  • Author: Subbag Informasi & Pemasaran RSUD RAT_PKRSRAT_

Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Thabib (RSUD RAT) bersama dengan Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit ( PKRS) gelar edukasi ceramah tanya jawab di Ruang Tunggu Poliklinik Lantai 2 RSUD Raja Ahmad Tabib, Rabu (07/8). Pelaksanaan edukasi ini bersifat terjadwal sebulan 2 kali, dan disampaikan langsung oleh dr. Adam Fajar, Sp.OT , beliau merupakan salah satu Dokter Spesialis Ortophedi di RSUD RAT. Pada kesempatan ini beliau menyampaikan edukasi mengenai Congenital Talipes Equinovarus/CTEV “Kaki Pengkor ”. Kenapa kaki pengkor yang di pilih, karena Kelainan tungkai, seperti clubfoot (tongkat golf) atau telapak kaki masuk ke dalam atau bahasa awamnya disebut pengkor, kerap kali tak terdeteksi saat kelahirannya. Padahal, bila kelainan itu dapat segera dikenali, penanganan medisnya akan relatif mudah. Lebih lanjut, dr. Adam menjelaskan, Kaki pengkor merupakan suatu penyakit atau kecacatan bawaan dari kaki yang penyebabnya tidak diketahui secara pasti. Deteksi awal kelainan ini dapat dilakukan selama masa kehamilan dengan bantuan ultrasonografi (USG) selama Ante Natal Care (ANC) oleh dokter kandungan, dan dapat juga dilakukan setelah bayi Iahir melalui skrining klinis oleh dokter anak atau kebidanan atau orangtua penderita. Jika dideteksi lebih awal, penanganan dapat dilakukan saat periode emas (1-2 minggu setelah lahir), dengan harapan angka kesembuhan lebih optimal. Pada kaki pengkor, terjadi kekakuan otot dan tendon bagian dalam kaki sehingga tendon menjadi pendek dan menarik kaki ke arah dalam. Oleh karena itu, metode yang paling aman dan tepat adalah peregangan kembali tendon-tendon tersebut secara berkala. Waktu terbaik atau periode emas dilakukan pemasangan gips sebagai koreksi bertahap adalah 1-2 minggu pertama pasca kelahiran, yang dikerjakan oleh dokter spesialis orthopedi. Pemakaian gips ini secara rutin diganti tiap minggu, selama 5-6 minggu. Perbaikan kelainan tungkai berprinsip pada penyembuhan bertahap sembari mempertahankan hasil yang ada. Jika kelainan itu tak berat, dokter akan mencoba tidak melakukan operasi dan hanya dengan terapi gips. Namun, bila kelainannya berat, akan diputuskan untuk operasi perbaikan tungkai. Pencegahan pada kaki pengkor sulit untuk dilakukan karena faktor genetik sangat dominan sehingga biasanya deteksi dini dan peran aktif orangtua sangat diperlukan karena kelainan kaki pengkor dapat diikuti dengan cacat bawaan di tempat lain terutama yang sifatnya sindromik dan multipel pada organ-organ lain, seperti kepala, wajah, perut, dan tulang belakang. Jika Anda atau keluarga memiliki masalah ini, Anda dapat berkonsultasi dengan tim medis di RS kami, baik dari deteksi dini sampai penanganan nonoperasi dan bedah minimal invasif. Terakhir, beliau mengatakan, apa pun cara yang ditempuh untuk perbaikan tungkai tersebut diusahakan untuk menyempurnakannya sebelum sang anak belajar berjalan. Namun, bila sang anak sudah bisa berjalan pun, biasanya mereka akan cepat menyesuaikan diri dengan bentuk kaki barunya meski membutuhkan waktu untuk melatihnya.