19
Jun

Dialog Interaktif di RRI, dr. Nanda beri pemahaman tentang Hipertensi

  • Author: Subbag Informasi & Pemasaran RSUD RAT_ZAO

Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Thabib (RSUD RAT) gelar Dialog Interaktif di Radio Republik Indonesia (RRI), Selasa (18/7). Dialog rutin yang dilakukan rumah sakit setiap bulan, dan kali ini disampaikan langsung oleh dr. Nanda Iyurza,Sp.JP di dampingi oleh drg. Sri Ariani, MARS sebagai Kasubbag Pelayanan Medik RSUD Raja Ahmad Thabib. dr. Nanda memaparkan bahwa 80% penderita darah tinggi atau hypertensi hadir tanpa gejala sehingga sering di katakan sebagai Sillent Killer, dengan pemeriksaan lengkap baru didapatkan diagnosanya. Seorang laki laki memiliki factor resiko lebih besar dan banyak di jumpai, ditambah lagi dengan kegemukan, penyakit penyerta seperti DM, Ginjal di sarankan untuk melakukan pengecekkan setiap bulan. Selain factor resiko tersebut di atas merokok menjadi factor pertama yang memicu munculnya penyakit darah tinggi dan stroke. Selain itu, drg Nani menambahkan Jika seseorang sudah memiliki gejala hipertensi maka dapat dikatakan bahwa seseorang tersebut telah positif menderita hipertensi, karena seperti yang disampaikan oleh dr Nanda 80% hadir tanpa gejala, dengan menjalani diet sehat seperti rendah kalori, rendah lemak, tinggi protein dan serat, menghindari makanan yang berpengawet dan penyedap rasa, dapat meminimalisir hipertensi pada seseorang. Dikatakan mempunyai tekanan darah tinggi jika dengan menggunakan alat tensimeter yang telah di kalibrasi secara rutin menunjukkan angka di atas 180/85. Darah tinggi tidak dapat disembuh kan namun dapat di kontrol dengan cara mengkonsumsi obat obatan yang di anjurkan oleh Dokter, menjaga diet dengan pola makan seimbang, olah raga aerobik, atau minimal bersepeda, jalan santai atau berenang 4 ( empat ) kali seminggu selama 30. Ketika memiliki factor resiko, dengan minum obat secara tertatur tidak merusak fungsi ginjal, karena selama ginjal kita sehat minum obat yang dianjurkan maka ginjal akan menjalankan fungsinya mengelimininasi racun dari obat tersebut. Pada sesi terakhir, dr nanda menyampaikan “hindari stress, stop penggunaan