14
Jun

Gubernur Sidak Pasca Libur Panjang Lebaran

  • Author: Subbag Informasi & Pemasaran RSUD RAT_ZAO

Gubernur Kepri, H. Nurdin Basirun melakukan Sidak (Inspeksi Mendadak) di RSUD Raja Ahmad Tabib, KM. 8 atas, Tanjungpinang, Senin (10/6). Dalam kunjungan kerja pasca libur panjang lebaran Idul Fitri kali ini, Gubernur yang tiba di RSUD langsung menyambangi bagian depan bilik pendaftaran administrasi, kemudian menyapa sejumlah masyarakat yang sedang menunggu antrian. Melihat sendiri bentuk layanan yang diberikan, Gubernur merasa cukup puas dengan pelayanan yang diberikan, dibuktikan dengan tidak adanya keluhan dari masyarakat, perihal lamanya waktu antrian, padahal saat itu kondisi pelayanan dalam keadaan yang cukup ramai. Kemudian beliau mengelilingi rumah sakit, mengunjungi IGD, Ruang radiologi, Poli Penyakit Dalam, Ruang Instalasi Bedah Sentral (IBS) dan ICU serta Ruang rawat inap. Pelayanan yang semakin baik, sumber daya manusia dibidang kesehatan yang terus bertambah akan semakin melengkapi baiknya kualitas RSUD Ahmad Tabib dengan memiliki sejumlah alat-alat canggih, yang dapat menunjang pengobatan dan penyembuhan pasien yang berobat. Diharapkan juga kepada para dokter agar segera memiliki sertifikasi yang lengkap sehingga mampu mengoperasikan alat-alat yang tersedia. Peralatan medis merupakan salah satu faktor penunjang utama dalam melihat baiknya kualitas dari rumah sakit. Alat terbaru yang menjadi perhatian Gubernur saat Sidak pasca libur lebaran adalah ESWL (Extracorporeal Shock-Wave Lithotripsy) . ESWL merupakan suatu alat untuk memecah kan batu dengan menggunakan gelombang kejut. Prosedur ini dilakukan tanpa membuat luka, tanpa pembiusan dan tanpa rawat inap. Terapi ini dilakukan untuk mengatasi batu saluran kemih, tindakan untuk terapi ESWL ini dilakukan langsung oleh Dokter Spesialis Urologi. Selain kelengkapan alat yang di fokuskan pada kunjungan kali ini, Gubernur juga meminta kepada para jajaran tenaga kesehatan agar memberikan prioritas utama pada kesembuhan pasien demi mewujudkan pelayanan dibidang kesehatan secara prima dan maksimal. Pelayanan prima menurut Gubernur harus seimbang dalam lingkup rumah sakit, bukan hanya pelayanan administrasinya saja yang tidak bertele-tele, namun penanganan dari perawat dan dokter juga harus cepat. Turut hadir mendampingi Sekretaris Daerah, Direktur RSUD, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Biro Umum dan Kepala Biro Kesra.